islami.co.id, Magelang – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Wilayah Jawa Tengah kembali menggelar kegiatan Ideopolitor dan Koordinasi yang diikuti 170 peserta dari berbagai unsur kepanduan. Agenda tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Magelang pada Sabtu, 28 Februari.
Kegiatan ini diikuti Anggota Kwarwil, Anggota Bidang Kwarwil, Anggota Kwarda se-Jawa Tengah, Anggota Qobilah PTM/A se-Jawa Tengah, serta DSW HW Jawa Tengah. Forum ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan ideologi dan arah gerakan kepanduan di lingkungan Muhammadiyah.
Panitia menghadirkan sejumlah narasumber yang dinilai kompeten di bidangnya. Mereka adalah Sekretaris PWM Jawa Tengah Dodok Sartono, Ketua MPKSDI PWM Jawa Tengah Hammam Sanadi, Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Tengah Sugiyono, serta narasumber pengajian Ramadan Wakil Ketua PWM Jawa Tengah Jumari.
Ketua MPKSDI PWM Jawa Tengah Hammam Sanadi hadir membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan ideologi gerakan di tengah tantangan zaman. Ia menyampaikan bahwa Ideopolitor bukan sekadar forum rutin, melainkan sarana untuk menyamakan visi dan langkah.
“Ideopolitor ini harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun Hizbul Wathan yang berkemajuan,” ujar Hammam di hadapan peserta.
Baca juga, Download Imsakiyah Ramadan 2026 se-Jateng
Secara tidak langsung, Hammam juga mengingatkan agar seluruh kader memahami posisi strategis Hizbul Wathan sebagai bagian dari persyarikatan. Ia menilai konsolidasi seperti ini penting agar setiap lini gerakan memiliki arah yang sama dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ketua Kwarwil HW Jawa Tengah Taufiq turut memberikan sambutan. Ia mengapresiasi kehadiran seluruh peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Menurutnya, partisipasi aktif tersebut menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat.
“Kita ingin memastikan gerakan ini tetap solid dan terkoordinasi dengan baik,” kata Taufiq.
Ia menambahkan, forum koordinasi memberi ruang bagi setiap unsur untuk saling berbagi pengalaman dan menyelaraskan program kerja. Secara tidak langsung, Taufiq menekankan bahwa tantangan organisasi ke depan menuntut kerja kolektif yang terstruktur dan terarah.

Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang Lilik Andriyani juga hadir dalam pembukaan acara. Ia menyambut baik penyelenggaraan Ideopolitor dan Koordinasi di kampus yang dipimpinnya.
“Kami merasa terhormat karena Universitas Muhammadiyah Magelang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini,” ujar Lilik.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberi dampak positif bagi penguatan karakter kader kepanduan. Secara tidak langsung, Lilik menyampaikan bahwa kampus siap mendukung aktivitas persyarikatan, termasuk pengembangan Hizbul Wathan di lingkungan perguruan tinggi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta dijadwalkan mengikuti sejumlah sesi materi dari para narasumber. Materi tersebut mencakup penguatan ideologi, strategi pengembangan organisasi, hingga sinergi dengan amal usaha Muhammadiyah. Selain itu, pengajian Ramadan yang akan disampaikan Jumari diharapkan mampu menambah bekal spiritual para peserta.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian materi, tetapi juga ruang diskusi dan koordinasi antarstruktur. Peserta dari Kwarda dan Qobilah PTM/A mendapat kesempatan menyampaikan pandangan serta pengalaman di wilayah masing-masing.










