islami.co.id, Jakarta – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dalam serangan udara Amerika Serikat (AS)-Israel pada 28 Februari 2026. Pesan duka tersebut disampaikan menjelang prosesi pemakaman Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pekan ini di kampung halamannya, Mashhad, Iran.
Ucapan belasungkawa Megawati disampaikan melalui sebuah rekaman video yang dilengkapi terjemahan berbahasa Persia. Video itu kemudian ditayangkan oleh Channel One, salah satu stasiun televisi nasional Iran, pada Jumat (3/7).
Dalam rekaman tersebut, Megawati menilai kepergian Khamenei bukan hanya menjadi kehilangan bagi Iran, tetapi juga bagi banyak pihak yang selama ini memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.
“Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia,” kata Megawati.
Megawati juga mengenang hubungan pribadinya dengan Khamenei. Ia mengaku pernah bertemu langsung dengan pemimpin Iran tersebut saat masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Pertemuan itu meninggalkan kesan mendalam baginya.
Menurut Megawati, sosok Khamenei mengingatkannya pada semangat perjuangan ayahnya, Bung Karno. Ia mengatakan Khamenei telah mengenal, mengagumi, serta membaca pidato dan pemikiran Bung Karno sejak masih muda.
“Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno. Yang Mulia Ali Khamenei sejak muda, beliau telah mengenal dan mengagumi serta membaca pidato dan pemikiran Bung Karno,” ujarnya.
Baca juga, Tokoh Perempuan Muslim Indonesia Siti Chamamah Soeratno Berpulang, Berbagai Torehannya Menjadi Teladan
Megawati kembali bertemu dengan Khamenei ketika melakukan kunjungan ke Teheran pada 2004. Ia menceritakan pertemuan tersebut sebagai pengalaman yang membekas dalam ingatannya.
“Dalam pertemuan itulah saya berkesempatan bertatap muka langsung dengan beliau. Saat itu, saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam. Beliau adalah seorang ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip, sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya,” kata Megawati.
Melalui pernyataannya, Megawati menggambarkan Khamenei sebagai tokoh yang mampu memadukan keteguhan prinsip dengan sikap yang lembut. Kesan itu, menurutnya, tetap melekat hingga kini.
Kepergian Khamenei juga menjadi momentum bagi Megawati untuk kembali menegaskan pandangannya mengenai pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur damai. Ia menekankan bahwa dialog dan penghormatan terhadap hukum internasional harus menjadi pilihan utama dalam menghadapi berbagai konflik dunia.
“Hari ini, dalam kenangan indah terhadap beliau, saya ingin menegaskan kembali keberpihakan saya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak,” ucapnya.
Selain menyampaikan penghormatan kepada mendiang Khamenei, Megawati juga mengirimkan doa bagi keluarga besar almarhum, para pemimpin Iran, para ulama, serta seluruh rakyat Iran agar tetap kuat menghadapi situasi yang sedang berlangsung.
Ia berharap masyarakat Iran memperoleh kekuatan, persatuan, dan kebijaksanaan untuk melewati masa-masa sulit di tengah dinamika global yang semakin memanas.
“Kepada keluarga besar Almarhum, para pemimpin dan ulama Iran, serta seluruh rakyat Iran, izinkan saya menyampaikan doa yang paling tulus. Semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang melapangkan jalan bagi beliau, menerima seluruh amal perjuangannya, dan mengampuni segala kekhilafannya. Semoga rakyat Iran dianugerahi kekuatan, persatuan, dan kebijaksanaan untuk melalui masa-masa sulit ini, di tengah badai sejarah yang sedang bergelora,” tutur Megawati.
Di akhir pesannya, Megawati menyampaikan salam perpisahan yang penuh penghormatan kepada Khamenei. Ia menegaskan bahwa rasa hormat dan persaudaraan yang pernah terjalin akan tetap dikenang.
“Selamat jalan Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei…. Kami melepas kepergian-Mu dengan doa, rasa hormat dan persaudaraan yang tak akan lekang oleh waktu,” tutup Megawati.










