islami.co.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa satu-satunya cara menghadapi eskalasi konflik di Timur Tengah adalah menghentikan perang dan segera mewujudkan perdamaian. Menurutnya, dunia tidak memiliki alternatif lain selain menghentikan kekerasan yang terus berlangsung.
Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri undangan buka puasa bersama atau iftar Ramadan dari Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Gus Yahya—sapaan akrab Yahya Cholil Staquf—menyampaikan sikap Nahdlatul Ulama terhadap konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Ia menilai upaya menghentikan perang harus menjadi prioritas bersama seluruh pihak.
“Kita tidak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai, berhenti perang, berhenti, berhenti, berhenti perang, berhenti, damai sekarang,” kata Gus Yahya saat menjawab pertanyaan mengenai sikap NU terhadap konflik tersebut.
Ia menegaskan bahwa kekerasan yang berlarut-larut hanya akan memperbesar penderitaan dan menimbulkan ancaman bagi semua pihak yang terlibat. Menurutnya, perang tidak akan membawa solusi bagi persoalan yang terjadi di kawasan itu.
Gus Yahya mengatakan dunia harus mendorong langkah nyata untuk menghentikan konflik. Tanpa upaya tersebut, situasi global akan semakin berbahaya.
“Tidak ada alternatif lain. Karena kalau nggak begitu tidak ada yang selamat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menghentikan semua bentuk kekerasan secepat mungkin. Menurutnya, berbagai langkah harus ditempuh agar perdamaian dapat terwujud.
Dalam pandangan Gus Yahya, setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk mendorong terciptanya situasi yang lebih aman. Ia mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan hanya akan memperluas dampak krisis kemanusiaan.
Selain menyoroti konflik Timur Tengah, Gus Yahya juga berbicara mengenai agenda pertemuan buka puasa bersama Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut presiden kemungkinan akan menyampaikan sejumlah hal penting kepada para tokoh dan ulama yang hadir.
Baca juga, Tarawih Imam Terlalu Cepat? Ini Penjelasan Fikih agar Salat Tetap Sah dan Sempurna
Menurut Gus Yahya, pertemuan tersebut dapat menjadi ruang bagi presiden untuk menjelaskan berbagai langkah strategis pemerintah. Penjelasan itu diperkirakan mencakup kebijakan yang berkaitan dengan situasi nasional maupun dinamika internasional.
Ia menilai para tokoh agama dan ulama perlu mengetahui arah kebijakan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan global yang sedang berkembang.
Gus Yahya memperkirakan Presiden Prabowo juga akan berbagi pandangan mengenai perkembangan terbaru dalam dinamika internasional. Situasi global saat ini, menurutnya, menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara.
“Mungkin, juga beliau akan memberikan, berbagi pandangan dengan para tokoh, para ulama mengenai perkembangan mutakhir dalam dinamika internasional yang memang sangat mengkhawatirkan,” kata Gus Yahya.
Ia menilai dialog antara pemerintah dan para pemimpin masyarakat memiliki arti penting di tengah situasi global yang tidak menentu. Komunikasi yang terbuka dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Pertemuan tersebut juga dinilai menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan para tokoh agama. Gus Yahya mengatakan para ulama dapat mendengarkan langsung penjelasan presiden mengenai berbagai perkembangan yang terjadi.
Dengan adanya komunikasi tersebut, para pemimpin masyarakat diharapkan dapat memahami konteks kebijakan yang diambil pemerintah. Pada saat yang sama, mereka juga dapat memberikan pandangan yang konstruktif terkait situasi nasional maupun internasional.
Menurut Gus Yahya, dialog semacam itu penting agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama dalam menyikapi dinamika global. Ia berharap komunikasi yang terbangun dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Di tengah meningkatnya konflik internasional, Gus Yahya kembali menegaskan bahwa perdamaian harus menjadi tujuan utama. Ia mengingatkan bahwa perang hanya akan membawa kerugian bagi semua pihak.
Karena itu, ia menyerukan agar seluruh pihak terus mendorong langkah nyata untuk menghentikan konflik dan membuka jalan menuju perdamaian. Baginya, dunia tidak memiliki pilihan lain selain menghentikan perang dan mengutamakan keselamatan bersama.










