islami.co.id, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah mematangkan skema pergerakan jamaah pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah itu dilakukan agar pelayanan, pelindungan, dan mobilitas jamaah berjalan aman, tertib, serta terkendali selama puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan pemerintah telah menyiapkan pola pergerakan jamaah secara bertahap untuk mengurangi kepadatan di titik-titik utama Armuzna.
“Karena itu, pengaturan mobilitas, disiplin jadwal, kepatuhan terhadap arahan petugas, dan kesiapan fisik jamaah menjadi sangat penting. Kemenhaj telah membentuk Satuan Operasional Armuzna untuk memastikan pergerakan jamaah berjalan bertahap, terukur, dan berbasis mitigasi kepadatan,” ujar Maria di Jakarta, Selasa.
Hingga hari ke-29 operasional haji 2026, sebanyak 481 kelompok terbang atau kloter telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Jumlah itu mencakup 186.041 jamaah dan 1.919 petugas haji.
Sementara itu, jamaah yang sudah tiba di Makkah mencapai 472 kloter dengan total 182.332 orang dan 1.888 petugas. Kedatangan jamaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, tercatat sebanyak 208 kloter yang membawa 79.945 jamaah serta 832 petugas.
Selain jamaah reguler, jamaah calon haji khusus yang telah tiba di Arab Saudi berjumlah 13.180 orang.
Maria menjelaskan, pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah akan dimulai pada 8 Zulhijah 1447 Hijriah atau Senin, 25 Mei 2026. Pemberangkatan berlangsung secara bertahap dalam tiga gelombang.
Baca juga, Jemaah Haji Indonesia Dialihkan ke Jamarat Lantai 3, Ini Alasan dan Skema Barunya
Gelombang pertama dijadwalkan berangkat pukul 06.00 Waktu Arab Saudi. Gelombang kedua dimulai pukul 11.30 WAS, sedangkan gelombang ketiga berlangsung pukul 17.30 WAS. Seluruh jamaah ditargetkan telah bergerak menuju Arafah sebelum pukul 24.00 WAS.
Maria meminta jamaah tidak memadati area lobi hotel sebelum jadwal keberangkatan tiba. Menurut dia, disiplin jamaah menjadi faktor penting agar arus mobilitas tetap lancar.
“Jamaah kami imbau tidak berada di lobi hotel sebelum jadwal keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan. Tetap bersama rombongan, bawa perlengkapan secukupnya, selalu membawa identitas, dan jaga kondisi tubuh,” katanya.
Pelaksanaan wukuf di Arafah berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 atau 9 Zulhijah 1447 Hijriah. Prosesi itu dijadwalkan mulai pukul 10.00 hingga 13.00 Waktu Arab Saudi.
Selepas magrib, jamaah akan diberangkatkan menuju Muzdalifah mulai pukul 19.00 WAS. Namun, jamaah yang mengikuti skema murur tidak turun di Muzdalifah. Mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju Mina.
Adapun jamaah nonmurur akan bergerak dari Muzdalifah menuju Mina mulai pukul 23.00 hingga 07.00 WAS pada 10 Zulhijah.
Setelah tiba di Mina, jamaah dijadwalkan melaksanakan lontar jumrah Aqabah mulai pukul 10.00 WAS. Selanjutnya, jamaah kembali ke tenda untuk menjalani mabit atau bermalam di Mina.
Maria juga mengingatkan jamaah agar tidak memaksakan diri ketika kondisi kesehatan menurun. Ia menegaskan syariat memberikan kemudahan bagi jamaah yang memiliki uzur.
“Jangan memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Syariat memberikan keringanan melalui mekanisme badal lontar bagi jamaah yang memiliki uzur,” ujar dia.
Pada 11 hingga 13 Zulhijah, jamaah akan menjalani mabit di Mina sekaligus melaksanakan lontar jumrah Aqabah, Ula, dan Wustha sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Jamaah dengan skema nafar awal ditargetkan menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah pada 12 Zulhijah. Sementara itu, jamaah nafar tsani akan menyelesaikan rangkaian ibadah pada 13 Zulhijah.
Maria menekankan keberhasilan pelaksanaan Armuzna tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas. Menurut dia, kedisiplinan jamaah juga menjadi kunci utama kelancaran puncak ibadah haji tahun ini.
“Patuhi jadwal, ikuti arahan resmi, jangan bepergian sendiri, jaga kekompakan, dan hemat tenaga menuju puncak haji. Kemenhaj akan terus melakukan monitoring 24 jam untuk memastikan layanan kesehatan, transportasi, konsumsi, dan mitigasi kepadatan berjalan optimal,” kata Maria.










